Rapat Koordinasi di Balai Kota: PPMI Siapkan Aksi Cuci Kaki Ibu Massal Incar Rekor MURI

Rapat Persiapan Peringatan Hari Ibu

DesaKota.Id | Sosial — JAKARTA PUSAT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan. Pertemuan ini berlangsung di Lantai 23 Gedung Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).

Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI) turut memaparkan rencana Aksi Cuci Kaki Ibu. Organisasi ini menyiapkan agenda besar tersebut guna memperingati Hari Ibu nasional.

Aksi Cuci Kaki Ibu Rekor MURI

Ketua Umum PPMI, Bundo Suherni Syam, menyebut Kesbangpol sebagai rumah kedua organisasinya. Selanjutnya, ia menyatakan akan memperluas cakupan Aksi Cuci Kaki Ibu massal ini.

PPMI menargetkan keterlibatan 1.500 anak muda dalam Aksi Cuci Kaki Ibu. Mereka juga mendaftarkan kegiatan mulia tersebut secara resmi ke pihak Rekor MURI.

“Kegiatan ini yang sudah berjalan 10 tahun itu mencuci kaki ibu itu sangat penting banget,” kata Suherni.

“Kita harus membetulkan anak-anak supaya kegiatan ini bisa berkelanjutan lebih lagi dan dikemas sebaik mungkin,” tambahnya.

Pentingnya Kolaborasi Antarorganisasi Masyarakat

Selain merancang rekor, Suherni berharap ada semangat saling mendukung antarorganisasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak mempererat kerja sama secara nyata.

“Kita saling kolaborasi, saling mendukung, si A bikin acara tanggal sekian kita dukung,” tutur Suherni kepada peserta rapat.

“Si B bikin acara tanggal sekian kita dukung, pas saat kita bikin acara yang lain juga dukung,” ucapnya mempertegas.

Makna Nyata Cinta kepada Bangsa

Sementara itu, panitia pelaksana bernama Angga dari One For All memaparkan alasan pentingnya perayaan ini. Ia menilai peringatan Hari Ibu kurang meriah di wilayah padat penduduk kelas menengah bawah.

Menurutnya, perayaan lokal ini bahkan kalah populer dibandingkan perayaan Halloween maupun Valentine. Oleh sebab itu, panitia ingin menghidupkan kembali peringatan bermakna tersebut.

“Bohong banget ada orang bilang cinta negara ini cinta bangsa ini, kalau tidak ada aksi nyata,” tegas Angga.

“Cinta kepada bangsa berawal dari cinta kepada ibu,” ujar Angga menjelaskan dasar pemikiran acara.

Harapan Keterlibatan Gubernur DKI Jakarta

Lebih lanjut, panitia akan menyerahkan piagam rekor MURI kepada Gubernur DKI Jakarta. Mereka berharap Gubernur mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh jajaran wilayah.

Instruksi ini menyasar seluruh kelurahan, kecamatan, hingga wali kota. Tujuannya adalah menyelenggarakan perayaan Hari Ibu secara serentak setiap tanggal 22 Desember.

Di samping Aksi Cuci Kaki Ibu, panitia juga berharap kedepannya dapat diisi dengan berbagai kemeriahan tambahan. Rangkaian acara pendukung meliputi lomba masak, bakti sosial, lomba bakiak, serta lomba balap karung.

Pada akhirnya, Angga menutup pemaparannya dengan sebuah doa tulus. Ia berharap seluruh rangkaian perayaan Hari Ibu tahun ini berjalan lancar dan sukses.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terkini