Soroti Krisis Kebakaran Lahan Gambut
DesaKota.Id | Lingkungan — JAKARTA – Denny Sumargo menghadirkan diskusi mendalam mengenai solusi karhutla gambut di Indonesia. Ia mengundang pegiat lingkungan dalam siniar terbarunya di Jakarta. Forum ini menyoroti bencana kabut asap yang mengepung wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Para narasumber menilai bencana kabut asap ini sebagai krisis kemanusiaan yang mendesak. Pasalnya, ratusan ribu warga kini menderita infeksi saluran pernapasan akut.
Kritik Lemahnya Mitigasi Titik Api
Manajer Kampanye Walhi membeberkan puluhan ribu titik api telah terpantau sejak awal tahun. Sayangnya, aparat dan pemerintah daerah lambat menindaklanjuti temuan tersebut di lapangan.
Selain itu, sebagian besar titik api berada di dalam kawasan konsesi korporasi perkebunan. Akibatnya, api cepat menjalar ke dalam lapisan tanah gambut yang kering.
Tantangan Teknis Pemadaman Api Gambut
Sementara itu, pemadaman api di lahan gambut membutuhkan teknologi dan biaya yang sangat besar. Metode penyiraman air dari udara kerap gagal menjangkau bara di bawah tanah.
Oleh sebab itu, bara api terus membakar material gambut dan menimbulkan asap pekat beracun. Situasi ini menuntut kesiapan mitigasi sejak dini sebelum kemarau ekstrem melanda.
Dorong Regulasi Tegas dan Penindakan
Di samping persoalan teknis, para pegiat mendesak pemerintah menerbitkan moratorium pemanfaatan lahan gambut yang terbakar. Kebijakan ini penting untuk memutus motif ekonomi pembakaran lahan.
Lebih lanjut, mereka menuntut transparansi anggaran penanggulangan bencana dari pusat hingga daerah. Pada akhirnya, negara harus memprioritaskan keselamatan warga di atas kepentingan bisnis semata.
Pewarta: Doris

