Rawat Ingatan Sejarah Sumpah Pemuda
DesaKota.Id | Nasional — JAKARTA – Pengurus Rumah Kebangsaan Pancasila menghadiri peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Mereka menggelar upacara peringatan ini langsung di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan pemuda tahun 1928. Selain itu, para tokoh turut menyampaikan pesan kebangsaan bagi Gen Z dan pemerintah.
Spirit Pemuda Harus Tetap Hidup
Ketua Umum Rumah Kebangsaan Pancasila, Edy Suryadi, hadir untuk menyambung ingatan sejarah bangsa. Ia menegaskan sejarah menjadi tempat nilai ke-Indonesia-an berada agar masyarakat memahami arah cita-cita bangsa.
“Sumpah Pemuda itu spiritnya harus tetap ada di diri kita. Kalau kita kenal sejarah kita, kita tahu bangsa kita itu bangsa yang seperti apa, maka kita tahu apa yang harus kita lakukan sebagai anak bangsa,” ujar Edy membagikan pesannya.
Pemuda Rela Lepaskan Ego Kelompok
Sementara itu, Ketua DPW Jakarta Rumah Kebangsaan Pancasila, Iqbal Prawira Della Rosa, berbagi kesan mendalam. Ia merasa seolah-olah mengalami kilas balik ke peristiwa bersejarah tahun 1928 silam.
“98 tahun yang lalu di sini para pemuda-pemuda Indonesia melepaskan keegoisannya, keegoisan kelompok, keegoisan status, status keegoisan agama, partai dan lain sebagainya melebur menjadi satu,” ungkap Iqbal.
Lebih lanjut, ia mengingatkan Gen Z agar selalu mewaspadai ancaman gangguan informasi digital dan hoaks. Informasi palsu tersebut sangat berpotensi menyebarkan kebencian serta memicu perpecahan bangsa.
Pemerintah Diminta Kaji Ulang Makna
Di samping itu, Iqbal mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi toleransi. Ia juga meminta pemerintah mengkaji ulang makna Sumpah Pemuda guna membangun kesatuan visi.
Selanjutnya, Ketua DPW Banten Rumah Kebangsaan Pancasila, Yasir Arapat, menyampaikan kesan spritualnya. Ia merasakan hal tersebut saat mendengar pembacaan Preambul UUD 1945 di lokasi.
“Kemerdekaan Indonesia ini tidak semata-mata keinginan yang luhur, keinginan yang kuat dari bangsa, tapi ada campur tangan Tuhan,” tegas Yasir mengingatkan hadirin.
Dekatkan Sejarah Lewat Napak Tilas
Yasir berpendapat bahwa pembelajaran sejarah melalui buku teks terasa membosankan bagi kalangan Gen Z. Oleh karena itu, ia mengusulkan dinas pendidikan dan Kesbangpol mendorong sekolah mengadakan napak tilas sejarah.
Langkah napak tilas ini bertujuan menjaga koneksi generasi muda dengan perjuangan pahlawan bangsa. Dengan demikian, anak muda akan senantiasa terhindar dari bahaya distorsi sejarah nasional.
Pada akhirnya, peringatan ini menjadi pengingat pentingnya merawat kesatuan dan persatuan. “Selamat Hari Sumpah Pemuda yang ke 98 Tahun,” ucap Edy Suryadi menutup pernyataannya untuk seluruh warga.
Pewarta: Doris

