Karhutla Landa Wilayah Papua Pegunungan
DesaKota.Id | Lingkungan — JAYAWIJAYA – Bencana kebakaran hutan dan lahan kembali melanda wilayah Papua Pegunungan. Amukan api ikut membakar kawasan Kampung Wouma, Kabupaten Jayawijaya. Bencana alam ini sangat mengancam kelestarian lingkungan sekitar.
Selain merusak alam, kobaran api berisiko membahayakan keselamatan permukiman warga. Kepulan asap tebal dan angin kencang mempercepat penyebaran kobaran api. Oleh karena itu, aparat gabungan terus berupaya mengendalikan perluasan situasi bencana.
Ratusan Titik Panas Terus Meluas
Sementara itu, Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan merilis data terbaru. Sistem mencatat kemunculan 258 titik panas di wilayah Papua Pegunungan. Pemerintah menghimpun data titik panas ini hingga pertengahan Oktober 2026.
Lebih lanjut, luas area terdampak kebakaran telah mencapai 1.681,43 hektare. Petugas mengklasifikasikan 32 titik api dalam kategori risiko sangat tinggi. Selanjutnya, mereka memasukkan 221 titik api ke dalam kategori risiko sedang.
Kapolda Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Merespons situasi ini, Kapolda Papua Tengah memberikan arahan khusus. Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak pemerintah daerah memperkuat koordinasi serta kesiapsiagaan mitigasi. Langkah strategis ini bertujuan mencegah meluasnya penyebaran titik api karhutla.
Selanjutnya, aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan sembarangan. Warga harus segera melapor apabila menemukan kemunculan titik api baru. Laporan cepat masyarakat akan sangat mempercepat proses mitigasi di lapangan.
Jaga Kesehatan dari Paparan Asap
Di samping menjaga lingkungan, warga terdampak asap harus memprioritaskan kesehatan. Petugas menyarankan warga untuk selalu memakai masker medis saat beraktivitas. Selain itu, warga perlu mencari pertolongan medis saat mengalami keluhan pernapasan.
Pada akhirnya, upaya mitigasi karhutla ini membutuhkan kerja sama bersama. Kolaborasi erat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat memegang peranan krusial. Sinergi tersebut mampu melindungi ekosistem alam dan kehidupan warga setempat.
Pewarta: Doris

