2.500 Santri Padati Apel Hari Santri Nasional di Plaza Barat Walikota Jakut

JAKARTA UTARA, DESAKOTA.ID – Semangat kebersamaan, kecintaan terhadap tanah air, dan tekad mengabdi untuk bangsa mewarnai peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Halaman Plaza Barat, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (22/10).

Ribuan peserta mengikuti apel peringatan yang menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri sekaligus meneguhkan peran generasi santri dalam membangun masa depan Indonesia.

Apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta. Inspektur Upacara H. Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara Fredy Setiawan.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mengobarkan semangat para santri untuk terus belajar, memperkuat akhlak, mencintai tanah air, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Hadir Ketua PWNU Jakarta Utara KH. Samsul Ma’arif, Kepala Kantor Kemenag Jakarta Utara H. Mawardi, M.A, Ketua Panitia Apel Yulia Rachmayani, S.Ag, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi, S.I.K., M.H, serta perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Syuriah PWNU, Muslimat NU, dan pejabat Pemkot Jakarta Utara.

Adapun peserta terdiri dari pengurus dan anggota NU se-Jakarta Utara, Muslimat NU sekitar 1.000 orang, Ansor dan Banser Jakarta Utara, serta ASN Kemenag Jakarta Utara.

Suasana peringatan semakin semarak dengan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pemberian kacamata gratis, bazar UMKM, lomba tumpeng, penyerahan hadiah berbagai perlombaan, hingga pembagian doorprize dan hiburan.

Ketua Panitia Apel, Yulia Rachmayani,S.Ag., mengatakan kolaborasi dengan Pemkot dilakukan agar Hari Santri menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.

“NU menginginkan agar Hari Santri tidak hanya dimiliki oleh terutama warga NU dan Kemenag tapi dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu kami berkolaborasi dan alhamdulillah dari pihak pemerintah kota menyambut dengan baik,” ujar Yulia.

Ia menegaskan makna santri kini lebih luas.

“Jadi tidak hanya santri yang berada di pondok pesantren tapi seluruh masyarakat di Indonesia pun mengakui bahwa mereka adalah sebagai santri. Karena santri itu tidak berfokus pada mereka yang ngaji di pesantren, tapi mereka yang belajar agama baik di sekolah, di majelis taklim, di manapun itu pada hakekatnya adalah santri,” jelasnya.

“Satu kata untuk santri, Santri Nusantara, Santri Indonesia,” pungkasnya

Pewarta : Ridho

Berita Terkait

spot_img

Berita Terkini